Cerpen : Senja di Ujung Jembatan
Senja di Ujung Jembatan Hujan turun perlahan di sore itu. Langit Kota Padang tampak kelabu, seolah ikut menyimpan kesedihan yang dirasakan Arka. Remaja kelas sebelas itu duduk di ujung jembatan kecil dekat sungai, memandangi air yang terus mengalir tanpa peduli pada siapa pun. Sudah hampir seminggu Arka tidak masuk sekolah. Sejak ayahnya kehilangan pekerjaan sebagai sopir angkot, keadaan rumah mereka berubah drastis. Ibunya mulai berjualan gorengan di depan rumah, sedangkan Arka diam-diam bekerja membantu di warung fotokopi sepulang sekolah. Namun, bukan kemiskinan yang paling membuatnya sedih. Yang paling menyakitkan adalah ejekan teman-temannya. “Arka sekarang jadi tukang fotokopi!” kata Reno sambil tertawa keras di kantin sekolah. Beberapa teman ikut tertawa. Arka hanya diam sambil menunduk. Sejak saat itu, ia mulai menjauh dari siapa pun. “Kalau sekolah cuma bikin malu, lebih baik aku berhenti saja,” gumamnya pelan. Suara langkah kaki membuat Arka menoleh. Seorang lela...